FXOpen Broker

10+ years’
experience in FX

VISIT WEBSITE

Trading Accounts

ECN, STP,
Micro, Crypto

START TRADING

Free Demo

Practice Forex trading
risk free

OPEN DEMO ACCOUNT

PAMM Technology

Become a Master
or a Follower

JOIN PAMM SERVICE
Page 10 of 11 FirstFirst ... 67891011 LastLast
Results 136 to 150 of 162

Thread: Info Seputar Virus Corona - Covid-19

  1. #136
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,992
    Thanks
    1,473
    Thanked 1,076 Times in 786 Posts

    Default

    Berita Terkini Covid-19 Global: Indonesia Telah Langkahi Peru Malam Ini



    Sejumlah anggota komunitas Transjakarta melakukan sosialisai dengan berpenampilan "Manusia COVID" di Halte Transjakarta Harmoni, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2020. "Manusia COVID" ini mengenakan baju hazmat yang di desain menyerupai virus dan membawa poster yang berisikan data terbaru jumlah kasus Covid-19 di Jakarta. TEMPO/Muhammad Hidayat




    TEMPO.CO, Jakarta - Tambahan lebih dari 9 ribu kasus baru pada hari ini, Kamis 18 Februari 2021, membuat posisi Indonesia memanjat satu posisi lebih tinggi dalam peta negara-negara penyumbang kasus Covid-19 di dunia. Indonesia kini bertukar posisi dengan Peru di posisi 18 dan 19.

    Berdasarkan data real-time yang dikumpulkan Johns Hopkins University, AS, jumlah kasus Covid-19 yang telah dilaporkan Peru sebanyak 1.252.137 per malam ini. Bandingkan dengan Indonesia yang sebanyak 1.252.685. Padahal, saat Indonesia baru menembus angka sejuta kasus pada akhir Januari lalu, jaraknya dari Peru lebih dari 10 ribu kasus.
    [X]


    Peru, menurut Johns Hopkins University, sepanjang seminggu ke belakang, memiliki data rata-rata penambahan kasus baru harian sebesar 6.850. Sedang di Indonesia, data yang sama menunjuk angka lebih dari 8 ribu. Ini artinya, jika laju penambahan tak berubah, Peru pun akan segera ditinggalkan dan jumlah kasus Covid-19 Indonesia bakal segera mendekati anak tangga berikutnya.

    Tepat di atas Indonesia dan Peru saat ini adalah Ukraina yang telah melaporkan 1.333.332 kasus. Sedang negara dengan penyumbang terbesar adalah Amerika Serikat dengan 27,8 juta kasus.

    Total kasus Covid-19 global per saat ini dilaporkan telah tembus 110 juta. Angka kematiannya telah sebanyak 2,4 juta jiwa dengan Amerika yang juga menyumbang terbanyak yakni lebih dari 490 ribu. Adapun Indonesia dan Peru masing-masing telah melaporkan kasus kematian Covid-19 sebanyak 33.969 dan 44.308 jiwa.

    Sumber: tempo.co

  2. #137
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,992
    Thanks
    1,473
    Thanked 1,076 Times in 786 Posts

    Default

    Keluhkan Sesak, Direktur STIK Tamalatea Meninggal Dunia


    KabarMakassar.com -- Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea, Dr Eha Soemantri, tutup usia pasca menerima perawatan intensif di ruang ICU RSUD Wahidin Sudirohusodo selama 8 hari, Jumat (19/2). Hal ini dibenarkan oleh Humas RSUD Wahidin Sudirohusodo Aulia Yamin.

    "Benar Mba," ungkapnya saat dikonfirmasi Tim KabarMakassar.com, Sabtu (20/2).

    Diketahui, Eha sempat mengeluhkan sesak napas dan batuk. Almarhumah sempat mendapatkan perawatan di Rs Pelamonia Makassar sebelum dirujuk ke RSUD Wahidin.

    "Beliau masuk tanggal 11 Februari dirujuk dari RS Pelamonia," beber Aulia.

    Aulia memastikan hasil tes PCR Eha dinyatakan negatif terpapar Covid-19.

    "Hasil swab terakhir negatif mba. Jenazah dibawa pulang oleh keluarga," terangnya.

    Sebelumnya, Direktur STIK Tamalatea, Dr Eha Soemantri diketahui telah melakukan vaksinasi Covid-19. Bahkan Ia telah menyempurnakan vaksinasi dosis keduanya.

    Pada vaksinasi bersama Forkopimda, ia menyampaikan tidak merasakan adanya gejala pasca melakukan vaksinasi Covid-19. Ia bahkan memastikan vaksin Covid-19 Jenis Sinovac aman dan halal pada pencanangan vaksin perdana Sulsel yang lalu.

    Sumber: kabarmakassar

  3. #138
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,992
    Thanks
    1,473
    Thanked 1,076 Times in 786 Posts

    Default

    Habibie Center: Ada Politisasi & Sentrasilasi Atasi Pandemi



    Ilustrasi. Bila negara lain solid menangani Covid-19, analisa The Habibie Center justru menemukan di Indonesia muncul politisasi dan sentralisasi dalam mengatasi wabah. (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro)



    Jakarta, CNN Indonesia --

    The Habibie Center menemukan indikasi politisasi dan sentralisasi kekuasaan dalam penanganan pandemi Covid-19 antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah di Indonesia.

    Hal tersebut didapat melalui analisa yang dilakukan sepanjang Agustus-Desember 2020.

    "Kami lihat ada politisasi dan sentralisasi kekuasaan. Politisasi ini menarik, di berbagai negara semua elemen, pusat, daerah itu solid menangani Covid-19," kata peneliti The Habibie Center Sopar Peranto dalam diskusi virtual yang digelar Senin (22/2).

    "Namun yang ditemui di lapangan [di Indonesia] ada tarik-menarik kepentingan bagi pusat dan daerah soal penanganan Covid-19," sambung dia.
    Lihat juga: Survei: Banyak Orang Anggap Covid-19 Rekayasa dan Konspirasi

    Mengutip dokumen analisa, The Habibie Center mengungkap, penanganan Covid-19 yang cenderung lambat karena kurangnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama pada masa awal wabah. Kondisi ini salah satunya tercermin dari tarik-ulur kebijakan lockdown atau penguncian wilayah.

    Penelitian membeberkan, pada awal pandemi, sejumlah kepala daerah seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginginkan lockdown di wilayahnya.

    Namun pemerintah pusat justru memunculkan terminologi lain melalui kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang disebut mengacu pada Undang-Undang tentang Kekarantinaan Kesehatan.

    Soal itu, The Habibie Center turut menyinggung ketiga kepala daerah yang memiliki gagasan berbeda dengan pusat itu merupakan sosok yang sering muncul sebagai calon kuat pemilihan presiden 2024. Sementara kemampuan mengelola krisis selama pandemi Covid-19, menurut The Habibie Center, salah satu hal yang dinilai bisa menjadi 'insentif' elektoral yang tinggi.

    Lihat juga: Jokowi Diprediksi Menang Lagi Jika Ikut Pilpres 2024

    Penelitian juga menyorot indikasi sentralisasi yang ditunjukkan melalui sejumlah peraturan perundang-undangan yang dianggap memperkuat eksekutif. Salah satu yang jadi polemik dan disahkan di tengah pandemi Covid-19 ini adalah Omnibus UU Law Cipta Kerja.

    Analisis The Habibie Center menyebut UU Cipta Kerja menuai kritik, salah satunya karena berpotensi memperkuat kekuasaan pemerintah pusat dari sisi ekonomi dan investasi. Kebijakan ini pun dinilai kontraproduktif dengan semangat desentralisasi.
    Infografis perjalanan sejuta kasus Covid-19 di IndonesiaInfografis perjalanan sejuta kasus Covid-19 di Indonesia. (CNN Indonesia/Fajrian)
    Pelibatan Polri dan Tentara

    Sorotan lain terkait pembatasan kebebasan berpendapat yang dinilai meningkat selama pandemi Covid-19. Penelitian mendapati UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) masih sering digunakan untuk membungkam kelompok yang mengkritik pemerintah.

    Studi lebih lanjut menjabarkan pada Maret 2020, 51 orang ditangkap karena dituduh menyebarkan hoaks terkait Covid-19. Sebanyak 38 akun media sosial diblokir karena tudingan serupa. Sementara tiga orang di Jakarta Utara ditangkap karena menyebarkan informasi kasus corona di daerah tersebut dan tiga orang lain ditangkap karena menyebarkan berita penutupan jalan tol akibat Covid-19.

    Sopar pun mengatakan, penindakan melalui jalur hukum ataupun penggunaan aparat kepolisian menunjukkan penggunaan cara apapun asalkan untuk penanganan pandemi Covid-19, direstui pemerintah.

    "Bagaimana pemerintah menilai ini penting, ini seakan-akan tidak bisa diatasi melakukan kelembagaan demokratis," tutur Sopar.

    Lihat juga: Daftar Nama Anggota Tim Pengkaji Revisi UU ITE

    Penelitian juga menemukan pelibatan TNI/Polri yang masif dalam penanganan pandemi Covid-19. Sopar menyebut setidaknya ada 225 perwira militer yang masuk dalam struktur penanganan Covid-19. Banyak di antaranya menempati jabatan wakil ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di daerah.

    Hal tersebut diduga akibat sistem politik Indonesia yang menetapkan struktur komando teritorial TNI angkatan darat paralel dengan struktur pemerintahan sipil. Sehingga di tingkat daerah, perwira militer, khususnya dari angkatan darat, sering menjadi bagian forum pimpinan kolektif.

    Kekuatan aktor keamanan dan militer pun gencar dikerahkan dalam implementasi kebijakan penanganan Covid-19 dengan harapan dapat meningkatkan kepatuhan. Penelitian mencatat ada 340 ribu personel yang dikerahkan di 4 provinsi dan 24 kabupaten/kota untuk sosialisasi penerapan new normal pada Mei 2020.

    Lihat juga: Tahapan Pasien Positif Antigen Dirujuk ke RS Wisma Atlet

    Pada Juni 2020, DKI Jakarta mengerahkan 6.221 personel TNI dan 3.909 personel Polri untuk penanganan kepatuhan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Penelitian menilai, jumlah ini terhitung sangat besar dibanding operasi militer selain perang yang dilakukan TNI sebelumnya.

    "Yang jadi perhatian kami melihat fenomena ini seakan memperlihatkan pemerintah sangat ketergantungan politik jejaring aktor keamanan. Kalau nggak ada check and balance, evaluasi sesama, ini bisa meninggalkan jejak-jejak soal keterlibatan militer di lini sosial lainnya," tambah Sopar.

    Hampir setahun menjejak di Indonesia, wabah virus corona belum juga dapat dikendalikan. Kondisi ini ditunjukkan dengan masih banyaknya kasus tambahan harian infeksi virus corona (Covid-19). Sejak kasus pertama diumumkan pada awal Maret 2020 hingga Senin (22/2) kemarin, tercatat 1.288.833 kasus.

    Dari jumlah itu, sebanyak 157.148 orang di antaranya merupakan kasus aktif. Sementara 1.096.994 orang dinyatakan sembuh dan 34.691 orang meninggal dunia.

    Sumber: cnnindonesia

  4. #139
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,992
    Thanks
    1,473
    Thanked 1,076 Times in 786 Posts

    Default

    Studi CDC: Guru Berperan dalam Penyebaran Covid di Sekolah



    Ilustrasi aktivitas belajar di sekolah saat pandemi. (Foto: AP/Kim Dong-min)


    Jakarta, CNN Indonesia --

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengatakan guru berperan penting dalam penularan virus corona di sekolah.

    Pernyataan itu disampaikan terkait studi mengenai penggunaan masker dan penerapan jaga jarak yang terkadang tidak cukup untuk mencegah penyebaran Covid-19 di sekolah dasar di Georgia.

    Studi itu muncul setelah investigasi melibatkan sekitar 2.600 siswa dan 700 staf sekolah di Georgia. Hasil studi menunjukkan sembilan kelompok kasus Covid-19 melibatkan 13 guru dan 32 sekolah di enam sekolah dasar.

    Laporan CDC menemukan bahwa siswa yang duduk dengan jarak kurang dari satu meter dan tidak menggunakan masker dengan benar dalam beberapa kasus berkontribusi menyebarkan virus corona. Siswa yang makan siang di ruang kelas kian meningkatkan penyebaran Covid-19.
    Lihat juga: 3 Kakak Beradik Jadi Klaster Baru Covid-19 di Selandia Baru

    "Temuan ini menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam penularan (virus corona) di sekolah dan hal itu dapat terjadi ketika jarak fisik dan kepatuhan penggunaan masker tidak optimal," tulis laporan itu seperti mengutip Reuters.

    Dalam Laporan Mingguan Morbiditas dan Kematian mengungkap jumlah transmisi melibatkan dua kelompok. Pertama kemungkinan penularan guru ke guru, kedua diikuti dengan penularan dari guru ke siswa di ruang kelas.

    Hasil penyelidikan mengungkap penularan virus corona dari guru memicu sekitar setengah dari 31 kasus yang menyebar di sekolah.

    Para peneliti dan lembaga yang terlibat dalam studi tersebut mengatakan ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa sekolah menjadi tempat penyebaran infeksi Covid-19 di Wisconsin.

    Penyebaran virus corona secara signifikan lebih rendah saat di dalam sekolah, dibandingkan penularan di komunitas sekitarnya.
    Lihat juga: Tak Semua Masker Bisa Dirangkap, Ikuti Anjurannya

    CDC mperingatkan studi ini memiliki sejumlah batasan, termasuk sulitnya menentukan apakah penularan virus corona di sekolah atau di luar komunitas lokal. Para peneliti juga mengatakan adanya tantangan dalam membedakan dua jenis penularan ketika rata-rata kasus corona di AS per 100 ribu orang melampaui 150 dalam sepekan.

    CDC berharap riset ini menjadi pertimbangan agar pendidik masuk dalam penerima vaksin Covid-19 sebagai langkah mitigasi tambahan.

    Data statistik mencatat AS hingga saat ini masih menjadi negara dengan kasus dan kematian tertinggi akibat Covid-19 di dunia. AS memiliki lebih dari 28 juta kasus dengan lebih dari 500 ribu kematian.

    Presiden Joe Biden mewajibkan penggunaan masker sebagai program 100 hari sejak ia menjabat. Biden juga menyatakan komitmennya untuk menekan laju penularan virus corona dengan melibatkan saran dari para ahli.

    Sumber: cnnindonesia

  5. #140
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,992
    Thanks
    1,473
    Thanked 1,076 Times in 786 Posts

    Default

    Ini 10 Negara Penyumbang Kasus Corona Mingguan Tertinggi Dunia, Termasuk RI



    Jakarta -

    Data laporan epidemiologi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Indonesia masuk ke dalam 10 negara penyumbang kasus mingguan COVID-19 tertinggi di dunia. Indonesia melaporkan 60.650 kasus di pekan ini, menurut laporan WHO per 23 Februari.

    Meski begitu, WHO menyebut kasus Corona dunia menurun 11 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

    "Jumlah kasus baru global yang dilaporkan terus menurun selama enam minggu berturut-turut, dengan 2,4 juta kasus baru minggu lalu, turun 11 persen dibandingkan minggu sebelumnya," demikian laporannya, dikutip dari situs resmi WHO.

    Begitu juga dengan angka kematian COVID-19 dunia. Kasus baru kematian disebut WHO menurun selama tiga minggu berturut-turut, ada penurunan 20 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

    "Ini menjadikan angka kumulatif global menjadi 110,7 juta kasus dan lebih dari 2,4 juta kematian sejak dimulainya pandemi," tulis WHO.

    Mana saja negara yang mencatat kasus COVID-19 mingguan tertinggi di dunia? Berikut daftarnya.
    Baca juga: Jabar 2.546 Kasus, Ini Sebaran 8.493 Kasus Baru COVID-19 RI 25 Februari

    Amerika: 480.467 kasus

    Brasil: 316.221 kasus

    Prancis: 131.179 kasus

    Rusia: 92.843 kasus

    India: 86.711 kasus

    Italia: 84.977 kasus

    Inggris: 78.569 kasus

    Czechia (Ceko): 65.160 kasus

    Indonesia: 60.650 kasus

    Iran: 55.208 kasus

    Sumber: detikcom

  6. #141
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,992
    Thanks
    1,473
    Thanked 1,076 Times in 786 Posts

    Default

    Setahun Pandemi Covid-19, Ini Cerita Para Penyintas



    Ilustrasi Covid-19 (Foto: iNews)


    JAKARTA, iNews.id - Pada tanggal 2 Maret 2021 tepat satu tahun virus Corona berada di Indonesia setelah tiga orang dalam satu keluarga di Depok dinyatakan Covid-19. Terdapat tiga orang menjadi pasien pertama. Bagaimana keadaan keluarga ketiga pasien Covid pertama itu saat ini? MNC mewawancarai pasien 01 Sita Tyasutami mengenai kondisi dirinya dan ibunya Maria Darmaningsih serta kakanya Ratri Anindyajati yang menjadi pasien 02 dan 03 Virus Corona.

    Sita mengenang dirinya saat petama kali mulai menjalani perawatan di rumah sakit Depok pada 27 Februari 2020. Kemudian dikirim ke RSPI Suroso 1 Maret dan Kemudian dinyatakan positif 2 Maret meski dia sakit Sejak 16 Februari. Setelah setahun keluar dari rumah sakit, dia mengaku terjadi efek samping akibat penyakit Covid-19. Dia mengaku pada akhir-akhir ini nafasnya terengah-engah dan kondisi badan lemas.
    "Selama sampai bulan Desember itu aku gada kenapa-kenapa, normal aja kesehatanku. Nah, Januari 2021 ini mulai lemas dan sakit sakitan lagi sampe berminggu-minggu," katanya, Senin (1/3/2021). Media Lawan Covid-19 : Aman di Rumah Setelah diperiksakan tempat alternatif akupuntur. Dokter diakupuntur menyebut darah pasien Covid19 seperti Sinta dan ibunya mengalami pengentalan. "Memang darah aku mengental banyak dari orang-orang yang kena Covid dan jadi penggumpalan darah dan aku emang ada itu," kata Sita.


    Dia mengaku, meski sakit yang diderita pada bulan Januari ini bukan Corona, dia mengaku penyakit yang saat ini diderita merupakan evek dari Corona sehingga tak dapat berbicara banyak. "Terus kalo ngomong banyak kaya sekarang telponan gitu. Aku juga ngos-gosan jadi stamina ku tidak kaya dulu lagi," ujarnya. Sita menyebut, meski terjadi perubahan fisik pada dirinya, namum sesuai keterangan dokter karena usia masih muda kondisinya akan membaik jika mengikuti pola hidup yang baik. "Karena aku masih muda kalo aku jaga kesehatan pola hidup sehat olahraga teratur, lama-lama kembali normal tapi yah sampe sekarang belum," ujarnya.. Hal yang sama juga terjadi pada ibunya Maria Darmaningsih yang merupakan pasien Covid 02. Sita menyebut keadaan ibunya sama seperti dirinya. Terjadi pengentalan darah, sering lelah dan bahkan menjadi pelupa. Media Lawan Covid-19 : Aman di Rumah "Dengar ampera atau antasari itu dia bisa lupa itu dimana? Ternyata menurut research kan memang ada beberapa dampak dari covid itu yaitu yang multy dimmer, pengentalan darah, pergumpalan darah, sama suka lupa gitu emang ada penelitianya," katanya. Beruntung ibunya Sita memiliki gaya hidup yang sehat dan tidak memiliki penyakit bawan. Lain halnya kondisi kesehayan yang dialami oleh pasien Covid 03 Ratri, Sita menyebut kakanya lebih baik dari dirinya dan ibunya. "Karena memang kakakku waktu kena covid itu bukan OTG tapi gejala ringan banget suhu tubuh 37 setengah dan gada apa-apanya dibandingin aku," tuturnya.

    Sumber: inews

  7. #142
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,992
    Thanks
    1,473
    Thanked 1,076 Times in 786 Posts

    Default

    WHO: Tidak Realistis Berpikir Dunia Bebas Covid-19 Akhir 2021





    Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan virus corona (SARS-CoV-2) tidak akan selesai pada akhir tahun ini. Direktur Kedaruratan WHO Michael Ryan mengungkapkan, yang mungkin bisa dilakukan untuk mengurangi 'sengatan' tragedi dan krisis Covid-19 saat ini adalah menekan tingkat rawat inap dan kematian.

    Tetapi dia menambahkan, virus ini kembali memberi peringatan. Mengingat jumlah kasus global melonjak khususnya dalam sepekan belakangan, setelah tujuh minggu berturut-turut sebelumnya sempat menurun.

    "Ini akan menjadi sangat prematur [menganggap virus segera berakhir] dan saya rasa tidak realistis untuk berpikir bahwa kita akan menyelesaikan pandemi ini pada akhir tahun," ungkap Ryan kepada wartawan dikutip dari AFP.

    "Tapi saya pikir, apa yang bisa kita selesaikan--jika kita cakap--adalah bagaimana memperbaiki sistem perawatan atau hospitality, mengendalikan tingkat kematian dan pelbagai tragedi yang berhubungan dengan pandemi ini," lanjut dia lagi.



    Ryan pun menuturkan, fokus WHO kini adalah menekan laju penularan virus corona tetap rendah demi membantu mengantisipasi munculnya varian baru, selain juga mengurangi jumlah orang yang sakit.

    Dia pun menambahkan, vaksinasi terhadap tenaga kesehatan dan petugas di garda terdepan yang paling rentan terpapar juga dipercaya mampu menepikan ketakutan akan tragedi pandemi.

    Sementara Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menginginkan vaksinasi tenaga kesehatan dilakukan di setiap negara dalam 100 hari pertama pada 2021--yang artinya kini tersisa sekitar 40 hari.
    infografis Penyakit Komorbid yang Boleh dan Tak Boleh Vaksinasi Covid-19Infografis Penyakit Komorbid yang Boleh dan Tak Boleh Vaksinasi Covid-19. (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)
    Lihat juga: Tunangan Khashoggi Tuntut Pangeran Saudi Diganjar Hukuman

    Dia pun menyambut positif suntikan dosis pertama melalui pelbagai fasilitas vaksinasi global Covax, seperti di Ghana dan Pantai Gading. Tapi juga sekaligus mengkritik pemerataan perolehan jatah vaksin.

    "Sangat menggembirakan melihat petugas kesehatan di negara-negara berpenghasilan rendah mulai divaksinasi. Tetapi sangat disayangkan bahwa ini terjadi hampir tiga bulan, setelah beberapa negara terkaya memulai kampanye vaksinasi mereka," ungkap Tedros.

    Tedros juga menyesalkan sejumlah negara yang justru memprioritaskan vaksinasi Covid-19 untuk warga berusia muda ataupun orang dewasa dengan risiko penyakit yang lebih rendah, ketimbang ke tenaga kesehatan maupun warga lanjut usia (lansia). Tapi kekecewaan itu ia utarakan tanpa menyebut nama negara.

    Sumber: cnnindonesia.

  8. #143
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,992
    Thanks
    1,473
    Thanked 1,076 Times in 786 Posts

    Default

    Wamenkes Umumkan Varian Baru Virus Corona B117 Sudah Masuk ke Indonesia





    Suara.com - Setelah satu tahun diumumkannya kasus Covid-19 pertama masuk ke Indonesia pada 2 Maret 2020 lalu, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono mengonfirmasi mutasi virus corona dari Inggris virus B117 masuk ke Indonesia. Hal itu dikatakannya, dalam Peringatan 1 Tahun Covid-19 Indonesia yang disiarkan Kemenristek/BRIN.

    Terhitung 2 Maret 2021, Satgas Covid-19 mencatat sebanyak 1.341.314 orang Indonesia yang terinfeksi, sebanyak 153.074 masih dalam perawatan, 1.151.915 orang sembuh, dan 36.325 jiwa meninggal dunia.
    Masuknya mutasi virus varian baru ini kemudian menimbulkan berbagai pertanyaan, termasuk apakah vaksinasi yang saat ini sedang dijalankan dapat efektif atau tidak.

    Menurut Ahli Epidemiologi Griffith University, dr. Dicky Budiman, terkait vaksin yang telah diberikan, harus diadakan penelitian lebih lanjut atau riset untuk mengetahui efektivitasnya terhadap strain virus B117. Riset tersebut juga digunakan untuk mengukur seberapa jauh pengaruh vaksin terhadap virus, karena kemungkinan tetap efektif, tetapi tidak sama seperti varian sebelumnya.

    “Terkait vaksin, harus jujur kita akui harus lakukan riset terhadap strain baru ini. Apakah masih efektif atau tidak. Namun, kalau efektif, saya kira tetap ada, tetapi seberapa jauh pengaruhnya, itu harus diketahui melalui riset, “ ucap Dicky Budiman kepada Suara.com, (2/3/2021).

    Baca Juga: Satgas Enggan Ungkap Kondisi Dua Pasien Corona Varian Baru B117

    Seperti yang diketahui, virus Covid-19 saat ini mulai banyak melakukan mutasi varian baru seperti yang ditemukan di Inggris, juga Afrika Selatan. Untuk itu, vaksin harus diteliti juga dalam penggunaannya. Untuk itu, Dicky mengatakan jika apapun keadaannya semua harus berbasis data yang dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya.

    Ia mengatakan, sudah sejak lama hal ini diperingatkan, agar bisa menghadapi jika seandainya strain baru virus muncul. Menurutnya, menghadapinya membutuhkan keseriusan, komitmen, konsistensi, 3T, dan isolasi karantina.

    “Yang harus dilakukan untuk menghadapi strain baru virus, serius, komitmen, konsistensi, 3T, isolasi karantina lakukan, jangan hanya wacana, “ ucapnya.

    Ia juga mengatakan, untuk pencegahan penularan, masyarakat bisa menggunakan masker kain dua lapis, tetap menjaga jarak, menjauhi keramaian, dan vaksinasi. Jadi masyarakat juga harus membantu dan mendukung program serta aturan yang berlaku sehingga penularan tidak semakin banyak. Hal ini juga membantu meringankan masyarakat yang rentan terkena virus seperti lansia dan orang-orang dengan penyakit penyerta (komorbiditas).

    Sumber: suara.com

  9. #144
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,992
    Thanks
    1,473
    Thanked 1,076 Times in 786 Posts

    Default

    Kasus Covid-19 Tinggi, Tangsel Belum Berani Izinkan Sekolah Tatap Muka


    TANGERANG SELATAN, iNews.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengimbau, pemerintah daerah dan sekolah mulai menyiapkan segera sekolah tatap muka. Namun Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih belum memberi izin. Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Tangsel dr Tulus Muladiyono mengatakan, angka kasus Covid-19 masih tinggi. ADVERTISEMENT BACA JUGA: Muncul Mutasi Baru Covid-19, Pemprov DKI Jakarta Terus Koordinasi dengan Kemenkes "Satu sisi gini, kalau mau melaksanakan konteks itu, kita lihat kondisi untuk penderita Covidnya. Kalau masih cukup tinggi kan tidak bisa," kata Tulus, kepada MNC , di Ciputat, Rabu (3/3/2021). Dia menyebut pemberlakuan sekolah tatap muka di masa pandemi ini tidak mudah. Apalagi, jika ditargetkan harus dibuka semua, pada tahun ajaran baru, di bulan Juni. BACA JUGA: Pasien Sembuh dari Covid-19 Bertambah, Total di DIY Ada 22.475 Orang Menurutnya, yang harus jadi bahan pertimbangan adalah kesanggupan sekolah. Media Lawan Covid-19 : Aman di Rumah "Mendikbud minta membuka layanan sekolah, tapi kan tidak bisa. Karena tidak semua daerah punya fasilitas untuk jaga jarak, bangkunya dan lain-lain. Apakah bisa? Itu butuh tempat atau ruang yang sangat memadai. Tidak asal saja," kata Tulus. Menurutnya, ada beberapa soal yang perlu perhatian serius jika ingin melangsungkan sekolah tatap muka, di masa pandemi ini. Pertama, penerapan protokol kesehatannya (prokes), jaga jarak dan durasi. "Ya, artinya itu bisa dilakukan kalau prokesnya berjalan, sosial discanting tetap dijaga, dan durasi juga harus diperhatikan. Lalu ada penjadwalan sesuai aturan yang berlaku. Awalnya kan Januari mau diterapkan, tapi tetap tidak bisa," ujarnya.

    Sumber: inews.id

  10. #145
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,992
    Thanks
    1,473
    Thanked 1,076 Times in 786 Posts

    Default

    Presiden Paraguay Minta Semua Menteri Tak Becus Tangani Covid-19 Mundur



    Demonstran mengecam penanganan virus corona atau Covid-19 di Paraguay. (Foto: Aljazeera).


    ASUNCION, iNews.id - Presiden Paraguay Mario Abdo Benitez meminta semua menteri di jajaran kabinet untuk mengundurkan diri menyusul pecahnya bentrokan antara demonstran dan aparat. Masyarakat berbondong-bondong turun ke jalan menyuarakan kekecewaan atas penanganan pandemi virus corona atau Covid-19 oleh pemerintah yang dinilai gagal. Menteri Komunikasi Paraguay, Juan Manuel Brunetti, pada Sabtu (6/3/2021), mengatakan, Presiden Abdo Benitez meminta semua anggota kabinet untuk menyerahkan posisi mereka. Pengunduran diri dinilai sebagai jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi pemerintah. ADVERTISEMENT BACA JUGA: Ada Vaksin, WHO Ingatkan Pandemi Covid-19 Belum Berakhir “Presiden pasti akan berbicara hari ini dengan masyarakat. Dia akan mengumumkan perubahan, tapi kami ingin publik tahu dan mengerti bahwa pesan yang mereka suarakan sudah sampai ke presiden,” ujar Manuel Brunetti, dikutip dari Aljazeera, Minggu (7/3/2021). Bentrokan terjadi pada Jumat malam waktu setempat antara demonstran dan polisi di pusat Ibu Kota Asuncion. Beberapa kelompok yang turun ke jalan melempari aparat dengan batu, yang kemudian dibalas menggunakan peluru karet dan gas air mata. BACA JUGA: Bos WHO Tegaskan Penelitian Asal Usul Covid-19 di Wuhan Dilakukan Tim Independen Demonstran memadati halaman luar gedung Kongres Paraguay untuk menuntut pengunduran diri Abdo Benitez. Kemarahan publik memuncak atas kasus positif Covid-19 yang melonjak di Paraguay, di mana infeksi mencapai tingkat rekor dan rumah sakit serba kekurangan fasilitas.

    Sumber: inews.id

  11. #146
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,992
    Thanks
    1,473
    Thanked 1,076 Times in 786 Posts

    Default

    AS Longgarkan Prokes untuk Orang yang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19, Apa Saja?


    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintahan Joe Biden mengeluarkan aturan baru protokol kesehatan dengan mengizinkan orang-orang yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dosis penuh untuk bertemu tanpa masker di dalam ruangan.

    Namun, orang yang sudah divaksin masih harus menghindari perjalanan yang tidak penting dan terus mengenakan masker di depan umum, kata pemerintahan Biden pada hari Senin, dilaporkan Reuters, 9 Maret 2021.

    Dalam pembaruan pedoman yang telah lama ditunggu-tunggu tentang protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengatakan orang yang divaksinasi penuh juga dapat bertemu dengan individu yang tidak divaksinasi dan dianggap berisiko rendah untuk penyakit parah Covid-19. Mereka dapat bertemu dalam kelompok kecil tanpa mengenakan masker.

    CDC mendefinisikan orang yang sudah divaksinasi penuh sebagai orang yang dua minggu sebelumnya telah disuntik dosis kedua vaksin Covid-19 Moderna dan Pfizer, atau dua minggu setelah dosis tunggal vaksin Johnson & Johnson.

    Ada bukti yang berkembang bahwa orang yang divaksinasi tidak menyebarkan Covid-19, tetapi para ilmuwan masih mencoba memahami berapa lama perlindungan vaksin bertahan.

    Dikutip dari CNN, berikut apa saja hal yang boleh dilakukan mereka yang sudah divaksinasi penuh menurut panduan baru CDC:

    Mengunjungi orang yang juga sudah divaksinasi di dalam ruangan tanpa masker atau jarak fisik
    Bertemu satu ruangan dengan orang yang tidak divaksinasi dari satu rumah tangga tanpa masker atau jarak fisik, jika orang yang tidak divaksinasi berisiko rendah terkena penyakit Covid-19 parah.
    Tidak diharuskan karantina dan melakukan pengujian jika terpapar seseorang yang mengidap Covid-19 tetapi tidak menunjukkan gejala, tetapi harus memantau gejalanya selama 14 hari.

    Joe Biden tampaknya masih melakukan pendekatan yang hati-hati untuk membuka pembatasan dan aturan prokes, meskipun jumlah orang yang divaksinasi meningkat dengan cepat.

    Presiden Joe Biden telah mendesak warga Amerika untuk tetap waspada dan terus mengikuti pedoman CDC untuk mencegah lonjakan kasus lainnya.

    CDC mengatakan orang-orang yang divaksinasi penuh harus terus mengikuti banyak tindakan pencegahan seperti menghindari pertemuan besar secara langsung, mengenakan masker saat mengunjungi orang-orang yang tidak divaksinasi dari banyak rumah tangga, atau tetap mengenakan masker saat bersama orang-orang yang berisiko terkena Covid-19 parah.

    Direktur CDC AS, Rochelle Walensky, mengatakan penting untuk melindungi mereka yang belum divaksinasi dan orang dengan kelompok rentan, sementara sekitar 60.000 kasus virus corona masih terjadi setiap hari.

    "Kita tetap berada di tengah pandemi yang serius, dan masih lebih dari 90 persen populasi kami belum sepenuhnya divaksinasi," katanya. "Oleh karena itu, setiap orang baik yang sudah divaksinasi atau belum, harus terus menghindari pertemuan berskala menengah dan besar serta menghindari perjalanan yang tidak penting."

    Lebih dari 525.000 orang telah meninggal karena Covid-19 di Amerika Serikat. Joe Biden, yang menjabat pada 20 Januari, telah mendorong orang Amerika untuk mengenakan masker selama 100 hari pertamanya sebagai presiden, berbeda dengan pendekatan mantan Presiden Donald Trump, yang meremehkan pandemi dan menghindari masker.

    Baca juga: Amerika Targetkan Vaksinasi COVID-19 ke Remaja di Bulan September

    Sekarang beberapa negara bagian AS mulai mencabut pembatasan dalam skala besar.

    Banyak orang Amerika yang ingin kembali ke cara hidup pra-pandemi dan mereka melihat vaksinasi sebagai solusi agar bisa hidup normal.

    Bisnis, khususnya di industri perjalanan dan perhotelan, berharap bahwa semakin banyak orang yang divaksinasi akan merasa nyaman terbang dan makan di luar lagi.

    Pedoman baru membahas bagaimana orang yang divaksinasi dapat dengan aman melanjutkan beberapa aktivitas dan kontak yang lebih normal dengan orang-orang di luar rumah mereka, tetapi pedoman ini tidak menunjukkan perubahan besar.

    "Tindakan hari ini merupakan langkah pertama yang penting. Itu bukan tujuan akhir kami," kata Walensky. "Karena semakin banyak orang yang divaksinasi, tingkat infeksi Covid-19 menurun di masyarakat, dan seiring pemahaman kami tentang kekebalan Covid bertambah, kami berharap dapat memperbarui rekomendasi ini kepada publik."

    Rekomendasi tersebut datang karena sekitar 30 juta orang, atau 9,2% dari populasi AS, telah diinokulasi penuh dengan vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Pfizer Inc/BioNTech SE, Moderna Inc dan Johnson & Johnson, menurut data CDC.

    Hampir 18% populasi Amerika Serikat atau 58,9 juta orang dewasa telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.

    Sumber: tempo.co

  12. #147
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,992
    Thanks
    1,473
    Thanked 1,076 Times in 786 Posts

    Default

    Update 13 Maret 2021, Kasus Covid-19 Tambah 4.607 Jadi 1.414.741 Orang



    Kasus covid-19 bertambah 4.607 orang hari ini, Sabtu (13/3/2021). (Foto: Istimewa)


    JAKARTA, iNews.id - Kasus covid-19 tambah 4.607 orang hari ini, Sabtu (13/3/2021). Total kasus covid-19 di Indonesia menjadi 1.414.741 orang. Penambahan itu merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 76.914 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM). ADVERTISEMENT BACA JUGA: Mutasi Covid-19 N439 dari Skotlandia Masuk Indonesia, Lebih Berbahaya daripada B117? Sementara itu pasien sembuh dari covid-19 tambah 6.016 orang hari ini. Total kasus sembuh dari covid-19 di Indonesia menjadi 1.237.470 orang. Sedangkan pasien meninggal karena covid-19 bertambah 100 orang. Akumulasi kasus kematian karena covid-19 di Indonesia menjadi 38.329 orang.

    Sumber: inews.id

  13. #148
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,992
    Thanks
    1,473
    Thanked 1,076 Times in 786 Posts

    Default

    Gejala Pembekuan Darah pada Vaksin AstraZeneca, Ini Kata Dua Guru Besar



    Seorang perawat mengisi jarum suntik dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca di pusat perawatan kesehatan di Seoul pada 26 Februari 2021, ketika Korea Selatan memulai program vaksinasi virus corona. [Jung Yeon-je / Pool melalui REUTERS]


    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa kasus ditemukan bahwa pasien mengalami gejala pembekuan darah setelah menerima vaksin AstraZeneca. Kasus tersebut terjadi di beberapa negara, seperti Norwegia, Islandia, bahkan ada korban yang meninggal dunia di Denmark.

    Baca:
    WHO Desak Dunia Tak Hentikan Vaksinasi Setelah Kasus Vaksin AstraZeneca

    Menanggapi hal tersebut, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Ari Fahrial Syam menjelaskan, pihaknya belum mendengar kabar tersebut. Namun, menurutnya, itu artinya ditemukan efek samping yang serius.

    “Pada prinsipnya, jika akan digunakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) harus melakukan evaluasi mengenai temuan di luar negeri tersebut,” ujar dia melalui sambungan telepon, Senin malam, 15 Maret 2021.

    Menurut Badan Obat-obatan Denmark, gejala usai vaksin AstraZeneca tersebut sangat tidak biasa. Karena pihaknya menemukan bahwa pasien tersebut memiliki jumlah trombosit dan gumpalan darah yang rendah di pembuluh darah kecil dan besar.

    Menurut Ari, yang juga Dekan FKUI itu, pada dasarnya, apabila ditemukan efek samping vaksin AstraZeneca yang signifikan di tempat lain, maka harus dilakukan asesmen menyeluruh. “Mending ya ditunda saja dulu. Apalagi vaksin ini tidak melalui uji klinis di Indonesia,” kata Ari.

    Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, BPOM juga menerangkan bahwa pihaknya menunda sementara penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca di Indonesia sambil menunggu konfirmasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan The Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) terkait keamanan vaksin.

    BPOM masih melakukan komunikasi dengan dua lembaga tersebut untuk penggunaan vaksin AstraZeneca. Pihak BPOM juga mengaku sudah melakukan proses evaluasi terhadap vaksin Covid-19 AstraZeneca.

    Dikutip Reuters, Senin, Badan Obat-obatan Eropa (EMA) melaporkan tidak ada indikasi bahwa kejadian itu disebabkan oleh vaksinasi. Sedangkan pihak AstraZeneca mengatakan pada Minggu, 14 Maret 2021, tinjauan data keamanan orang yang divaksinasi dengan vaksin garapannya tidak menunjukkan bukti peningkatan risiko pembekuan darah.

    Sementara, dihubungi secara terpisah, Guru Besar dari Universitas Airlangga, Chairul Anwar Nidom, mengaku sudah mengetahui kasus tersebut. Namun, dia menjelaskan bahwa pihak dari AstraZeneca membantah adanya kasus tersebut.

    “Tapi beberapa pendekatan disebabkan karena platform vaksin yang dikembangkan adalah mRNA. Pada saat disuntikan mRNA seharusnya membentuk protein spike, selanjutnya vaksin akan merangsang antibodi terhadap spike,” tutur Nidom.

    Namun, Nidom berujar, pada kasus tertentu bisa terjadi kelainan mekanisme, di mana mRNA membentuk protein lain (bukan protein spike) terutama pada penderita autoimun, sehingga terbentuk suatu protein immune thrombocitopenia yang akan membentuk platelet darah yang menyebabkan trombis atau penyumbatan darah.

    Nidom melanjutkan, memang platform mRNA atau DNA belum pernah dibuat pada pengembangan vaksin, karena selama ini sebatas masih pada tingkat laboratorium. Dan, menurutnya, penundaan vaksin AstrsZeneca di Inggris oleh negara Uni Eropa, juga tidak terlepas dengan masalah politik.

    “Tapi keadaan ini tetap menarik untuk diteliti lebih lanjut,” ujar Nidom yang juga profesor di Fakultas Kedokteran Hewan Unair.

    Di Denmark, seorang wanita berusia 60 tahun meninggal dunia karena pembekuan darah setelah menerima vaksin AstraZeneca. Sementara beberapa kasus ditemukan di Norwegia, termasuk dalam database efek samping obat dari Badan Obat-obatan Eropa (EMA), termasuk Islandia.

    Sumber: tempo.co

  14. #149
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,992
    Thanks
    1,473
    Thanked 1,076 Times in 786 Posts

    Default

    Pasien COVID-19 Tewas Karena Oksigen bantuan Kurang, Menkes Yordania Mundur


    TEMPO.CO, Jakarta - Tujuh pasien COVID-19 di Rumah Sakit Al-Salt, Amman, Yordania, meninggal dunia akibat minimnya ketersediaan oksigen bantuan di sana. Menanggapi hal tersebut, Menteri Keshatan Yordania Nathir Obeidat mengundurkan diri dari posnya sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap keluarga pasien.

    "Saya bertanggungjawab sepenuhnya terhadap insiden yang terjadi di Rumah Sakit Al-Salt," ujar Obeidat, dikutip dari kantor berita Al Jazeera, Sabtu, 13 Maret 2021.

    Menurut laporan Al Jazeera, peristiwa pasien kehabisan oksigen bantuan tersebut terjadi pada Sabtu pagi kemarin. Peristiwa berlangsung selama dua jam, dari pukul 06.00 pagi hingga 08.00 pagi waktu setempat.

    Peristiwa tersebut tidak hanya terjadi di satu ruangan, tapi di berbagai sektor di Rumah Sakit Al-Salt. Beberapa di antaranya adalah ruang perawatan intensif, ruang bersalin, dan ruang perawatan COVID-19.

    Ketika suplai oksigen bantuan terhenti, kepanikan terjadi di Rumah Sakit Al Salt. Pihak rumah sakit langsung mencari bantuan kepada ambulans. Sementara itu, di ruang-ruang perawatan, para petugas medis ataupun anggota keluarga berusaha memberikan nafas bantuan agar pasien bertahan hidup. Sayang, 8 pasien gagal bertahan.

    "Ayah dan ibu saya berada di ruang isolasi COVID-19. Saya kebetulan sekali berada di dalam ruangan mereka ketika suplai oksigen terputus. Ketika saya menanyai staf, mereka menjawab oksigen habis dan mereka menunggu suplai bantuan."

    "Beberapa tenaga pertahanan sipil, yang kebetulan berada di rumah sakit, berhasil membantu menyediakan tabung oksigen. Tabung itu kemudian digunakan untuk membantu pasien-pasien yang sekarang seperti orang tua saya," ujar salah anak pasien COVID-19, Fares Kharabsha.

    Bagi keluarga pasien yang berada di luar rumah sakit, mereka dilarang masuk ketika suplai oksigen bantuan terhenti. Keluarga-keluarga pasien tersebut kemudian memprotes Rumah Sakit karena menghalangi mereka untuk mengecek anggota keluarga yang dirawat. Menurut laporan Al Jazeera, total ada 150 anggota keluarga yang tidak masuk ketika oksigen terhenti.

    Insiden tersebut langsung memicu reaksi dari berbagai pihak. PM Yordania Bisher Al-Khasawneh, misalnya, memerintahkan investigasi atas kasus terkait. Sementara itu, Raja Abdullah II berkunjung ke rumah sakit untuk menenangkan anggota keluarga yang panik serta menegur Direktur Rumah Sakit Al-Salt.

    "Bagaimana bisa kejadian seperti itu terjadi? Hal tersebut tak bisa diterima," ujar Raja Abdullah II kepada Direktur Rumah Sakit yang langsung ia bekukan izin kerjanya.

    Per berita ini ditulis, suplai oksigen di Rumah Sakit Al-Salt sudah normal kembali.

    Sebagai catatan tambahan, kasus COVID-19 di Yordania secara gradual menanjak beberapa hari terakhir. Hal itu memaksa Pemerintah Yordania untuk memberlakukan sejumlah pembatasan ketat seperti larangan keluar rumah sepanjang hari setiap Jumat. Adapun Yordania tercatat memiliki 465 ribu kasus dan 5200 kematian akibat COVID-19.

    Sumber: tempo.co

  15. #150
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,992
    Thanks
    1,473
    Thanked 1,076 Times in 786 Posts

    Default

    Duh, kasus baru virus corona global kembali dalam tren meningkat


    KONTAN.CO.ID - Kasus baru virus corona global terus meningkat, bertambah 10% dalam seminggu terakhir menjadi lebih dari 3 juta kasus baru yang dilaporkan, mengacu data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

    Jumlah kasus baru virus corona global mencapai puncaknya pada minggu pertama Januari 2021, ketika menembus angka 5 juta kasus. Kasus baru terus turun menjadi hanya di bawah 2,5 juta pada minggu ketiga Februari lalu.

    Namun, selama tiga minggu terakhir, kasus baru virus corona global meningkat. Mengutip Pembaruan Epidemiologis Mingguan WHO di laman resminya, kasus virus corona pada minggu kedua Maret mencapai 3,03 juta.

    Angka itu melonjak 10% dibanding pekan pertama Maret sebanyak 2,73 juta, naik 2% dibanding minggu sebelumnya.

    Baca Juga: Filipina perluas larangan keluar rumah, buntut lonjakan kasus virus corona

    Pekan keempat Februari, kasus virus corona global meningkat 7% menjadi 2,65 juta dibandingkan dengan minggu sebelumnya, yang menghentikan tren penurunan selama enam pekan berturut-turut.

    Pekan lalu, kawasan Amerika dan Eropa menyumbang lebih dari 80% kasus dan kematian baru, dengan peningkatan infeksi anyar terlihat di semua wilayah selain Afrika.
    Angka kematian turun

    Angka kematian baru akibat Covid-19, di sisi lain, terus menurun dan pekan lalu di bawah 60.000, sejak memuncak pada minggu ketiga Januari 2021 yang mencatat lebih dari 95.000 kematian.

    Terakhir kali, ketika ada kurang dari 60.000 kematian dalam satu minggu terjadi empat bulan lalu.

    Minggu ini, meski kematian baru menurun secara global, angkanya meningkat di dua wilayah yakni Mediterania Timur sebesar 7% dan Pasifik Barat 14%.

    Berikut lima negara dengan jumlah kasus tertinggi di pekan kedua Maret:

    Brasil dengan 494.153 kasus baru atau naik 20%
    Amerika Serikat dengan 461.190 kasus baru atau naik 8%
    Prancis dengan 161.159 kasus baru atau naik 12%
    Italia dengan 155.076 kasus baru atau naik 12%
    India dengan 148.249 kasus baru atau naik 30%

    Sumber: kontan.

Page 10 of 11 FirstFirst ... 67891011 LastLast

Bookmarks

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Disclaimer
2005-2021 © FXOpen All rights reserved. Various trademarks held by their respective owners.

Risk Warning: Trading on the Forex market involves substantial risks, including complete possible loss of funds and other losses and is not suitable for all members. Clients should make an independent judgment as to whether trading is appropriate for them in the light of their financial condition, investment experience, risk tolerance and other factors.

FXOpen Markets Limited, a company duly registered in Nevis under the company No. C 42235. FXOpen is a member of The Financial Commission.

FXOpen AU Pty Ltd., a company authorised and regulated by the Australian Securities & Investments Commission (ASIC). AFSL 412871ABN 61 143 678 719.

FXOpen Ltd. a company registered in England and Wales under company number 07273392 and is authorised and regulated by the Financial Conduct Authority (previously, the Financial Services Authority) under FCA firm reference number 579202.

FXOpen EU is a trading name of FXOpen EU Ltd. FXOpen EU Ltd is authorized and regulated by the Cyprus Securities and Exchange Commission (CySEC) under license number 194/13.

FXOpen does not provide services for United States residents.

Join us