FXOpen Broker

10+ years’
experience in FX

VISIT WEBSITE

Trading Accounts

ECN, STP,
Micro, Crypto

START TRADING

Free Demo

Practice Forex trading
risk free

OPEN DEMO ACCOUNT

PAMM Technology

Become a Master
or a Follower

JOIN PAMM SERVICE
Page 3 of 5 FirstFirst 12345 LastLast
Results 31 to 45 of 66

Thread: Info Seputar Virus Corona - Covid-19

  1. #31
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,181
    Thanks
    1,433
    Thanked 1,001 Times in 736 Posts

    Default

    Brasil Catat Penambahan Kasus Covid-19 Terbanyak dalam 24 Jam, Hampir 68.000


    BRASILIA, iNews.id - Brasil mencatat rekor kasus harian Covid-19, pada Rabu (22/7/2020) waktu setempat terdapat hampir 68.000 kasus infeksi baru. Ini menandakan penularan virus yang menyerang pernapasan itu masih tinggi di negara Amerika Latin tersebut.

    Dilansir dari AFP, Kamis (23/7/2020), selama 24 jam terakhir Brasil mencatat kasus baru sebanyak 67.800 dan penambahan angka meninggal dunia 1.284 kasus. Dengan demikian, angka penularan di Brasil masih jadi yang tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

    Brasil, berdasarkan data worldmeter, mencatat angka infeksi Covid-19 melewati angka 2,2 juta dan 82.771 angka kematian. Jumlah tersebut masih di bawah Amerika dengan angka kasus Covid-19 menembus 4 juta dan jumlah kematian mencapai 66.004.

    Pelonggaran aturan wilayah di sejumlah kota besar di Brasil seperti Rio de Janeiro, Brasilia, dan Sao Paolo diyakini ikut mendorong semakin tingginya angka penularan Covid-19.

    Belum lama ini, Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, yang dikenal kerap meremehkan Covid-19 harus lebih lama lagi berada menjalankan karantina sebab hasil tes Covid-19 ketiga masih menunjukkan hasil positif.

    Secara global, Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 15,3 juta orang di lebih dari 180 negara serta merenggut lebih dari 625.000 nyawa.

    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...m-hampir-68000

  2. #32
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,181
    Thanks
    1,433
    Thanked 1,001 Times in 736 Posts

    Default

    Brasil Catat Penambahan Kasus Covid-19 Terbanyak dalam 24 Jam, Hampir 68.000


    BRASILIA, iNews.id - Brasil mencatat rekor kasus harian Covid-19, pada Rabu (22/7/2020) waktu setempat terdapat hampir 68.000 kasus infeksi baru. Ini menandakan penularan virus yang menyerang pernapasan itu masih tinggi di negara Amerika Latin tersebut.

    Dilansir dari AFP, Kamis (23/7/2020), selama 24 jam terakhir Brasil mencatat kasus baru sebanyak 67.800 dan penambahan angka meninggal dunia 1.284 kasus. Dengan demikian, angka penularan di Brasil masih jadi yang tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

    Brasil, berdasarkan data worldmeter, mencatat angka infeksi Covid-19 melewati angka 2,2 juta dan 82.771 angka kematian. Jumlah tersebut masih di bawah Amerika dengan angka kasus Covid-19 menembus 4 juta dan jumlah kematian mencapai 66.004.

    Pelonggaran aturan wilayah di sejumlah kota besar di Brasil seperti Rio de Janeiro, Brasilia, dan Sao Paolo diyakini ikut mendorong semakin tingginya angka penularan Covid-19.

    Belum lama ini, Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, yang dikenal kerap meremehkan Covid-19 harus lebih lama lagi berada menjalankan karantina sebab hasil tes Covid-19 ketiga masih menunjukkan hasil positif.

    Secara global, Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 15,3 juta orang di lebih dari 180 negara serta merenggut lebih dari 625.000 nyawa.

    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...m-hampir-68000

  3. #33
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,181
    Thanks
    1,433
    Thanked 1,001 Times in 736 Posts

    Default

    Virus corona di Korut: Laporkan 'dugaan kasus pertama virus corona', Kim Jong-un lockdown kota Kaesong




    Korea Utara baru saja melaporkan apa yang mereka gambarkan sebagai dugaan kasus pertama virus corona.

    Kantor berita pemerintah, KCNA, mengatakan seseorang yang membelot ke Korea Selatan tiga tahun silam kembali ke Korea Utara tiga pekan lalu dan memiliki gejala-gejala Covid-19.

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un langsung mengadakan pertemuan darurat dengan pejabat tinggi Korea Utara dan memberlakukan karantina wilayah atau lockdown di kota perbatasan Kaesong.

    Kim Jong-un klaim 'keberhasilan gemilang' Korut atasi Covid-19
    Virus corona: Apakah Korea Utara mampu atasi wabah?
    Kisah pengungsi Korea Utara yang mendonasikan ribuan APD untuk panti jompo di Inggris

    Korea Utara, sebuah negara yang tertutup, sebelumnya mengatakan tidak ada kasus Covid-19 di negara itu - namun analis mengatakan itu tidak mungkin.

    "Peristiwa genting terjadi di kota Kaesong, di mana seorang pembelot yang kabur ke Korea Selatan tiga tahun lalu, seseorang yang diduga telah terinfeksi virus yang mematikan, telah kembali pada 19 Juli setelah secara ilegal menyeberang garis demarkasi," sebut KCNA.

    Pada pertemuan politbiro yang dilakukan pada Sabtu (25/07), Kim memerintahkan "sistem darurat maksimal" untuk mengatasi penyebaran virus itu.

    KCNA menambahkan bahwa Kim juga meluncurkan investigasi terkait bagaimana orang tersebut bisa menyeberang perbatasan yang dijaga ketat.

    Dia mengatakan siapapun yang bertanggung-jawab akan mendapatkan "hukuman berat".

    Pada saat yang sama, Korea Selatan tidak melaporkan adanya penyeberangan perbatasan secara ilegal dalam beberapa hari terakhir.

    Korea Utara telah menutup perbatasannya dan menempatkan ribuan orang dalam isolasi selama enam bulan terakhir, seiring dengan penyebaran virus corona di seluruh dunia.

    Awal bulan ini, Kim memuji "keberhasilan gemilang" yang dilakukan negaranya dalam menghadapi Covid-19.




    Sumber: https://www.bbc.com/indonesia/dunia-53541928

  4. #34
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,181
    Thanks
    1,433
    Thanked 1,001 Times in 736 Posts

    Default

    Lebih dari 20 Orang Terinfeksi Covid-19 seusai Hadiri Resepsi Pernikahan



    Pemandangan Kota Abu Dhabi dari udara (ilustrasi). (Foto: AFP)


    ABU DHABI, iNews.id – Lebih dari 20 orang dinyatakan positif terjangkit virus corona (Covid-19) setelah menghadiri resepsi pernikahan di Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Para tamu itu terinfeksi karena tidak mempraktikkan jarak sosial (social distancing) selama berada dalam pesta tersebut.

    Media lokal, Emarat Al Youm pada akhir pekan kemarin melaporkan, Pemerintah UEA pada awalnya melarang berbagai bentuk pertemuan sosial, termasuk resepsi pernikahan, pada Maret lalu. Langkah itu sebagai bagian dari kebijakan karantina atau lockdown untuk memperlambat penyebaran virus corona melalui interaksi kelompok.


    Namun, secara perlahan, sebagian aturan pembatasan atau karantina mulai dicabut seiring menurunnya tren lonjakan infeksi di negara itu. Pemerintah UEA pun telah mengizinkan sejumlah kegiatan komunal di depan umum, termasuk berolahraga dan mengunjungi mal, namun dengan tetap menerapkan jarak sosial yang ketat.

    Menurut Pusat Kesehatan Masyarakat Abu Dhabi, seperti dikutip Gulf News, para tamu di pernikahan itu dinyatakan positif mengidap Covid-19 setelah gagal mempertahankan jarak sosial tersebut. Lembaga itu juga memperingatkan masyarakat agar tidak berpuas diri tetap melakukan tindakan pencegahan untuk melindungi diri dari penyebaran virus lebih lanjut.


    UEA sejauh ini telah telah melaporkan 58.913 kasus virus corona, yang sebagian besar di antaranya telah berakhir dengan kesembuhan. Adapun jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia di negara itu per hari ini sebanyak 344 jiwa.


    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...psi-pernikahan

  5. #35
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,181
    Thanks
    1,433
    Thanked 1,001 Times in 736 Posts

    Default

    Klaster Baru Covid-19 Telah Menyebar ke 5 Provinsi di China



    China tengah menghadapi gelombang kedua wabah Covid-19 (ilustrasi). (Foto: AFP)


    BEIJING, iNews.id – Sebuah klaster baru virus corona (Covid-19) di kota pelabuhan di timur laut China telah menyebar ke sejumlah provinsi lain di negara komunis itu. Kondisi tersebut mendorong pemerintah setempat memberlakukan kebijakan pembatasan baru.

    AFP melansir, China telah mengendalikan sebagian besar wabah virus corona sejak penyakit itu pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, akhir tahun lalu. Pengendalian tersebut dilakukan melalui serangkaian penguncian yang ketat (lockdown) dan pembatasan perjalanan warga.


    Akan tetapi, dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah wabah kecil muncul lagi dan mulai membuat pemerintah di negeri tirai bambu resah. China melaporkan 68 kejadian infeksi baru Covid-19 pada Selasa (28/7/2020). Ini adalah jumlah lonjakan kasus harian tertinggi di China sejak April lalu.

    Dari seluruh kasus baru itu, 57 di antaranya berada di wilayah Xinjiang yang berada di bagian barat laut China. Enam kasus lagi ditemukan di kota pelabuhan industri Dalian, Provinsi Liaoning. Wabah baru di kota itu pertama kali muncul di sebuah pabrik pengolahan makanan laut, pekan lalu. Per hari ini, total kejadian infeksi baru Covid-19 di Dalian sudah 44 kasus.

    Otoritas kesehatan mengatakan, klaster Dalian sekarang telah menyebar ke sembilan kota di lima wilayah di China, termasuk Provinsi Fujian yang berada di bagian tenggara negara itu.

    Pemerintah Fujian menyatakan, Kota Fuzhou (ibu kota provinsi itu) akan memasuki status siaga seperti “masa perang” setelah menemukan seorang pasien tanpa gejala, belum lama ini. Pasien itu diketahui telah melakukan perjalanan dari Dalian, yang berjarak 1.500 kilometer dari kota itu.

    Sebuah kasus baru di Beijing yang dilaporkan pada Selasa ini juga dikaitkan dengan seorang pasien tanpa gejala yang telah melakukan perjalanan dari Dalian. Pada waktu bersamaan, ada 12 kasus baru tanpa gejala juga dicatat di Dalian, Selasa ini.

    China memisahkan penghitungan kasus orang tanpa gejala (OTG) dengan kasus positif infeksi.

    Pejabat kesehatan di Dalian mengatakan pada Minggu (26/7/2020) lalu bahwa mereka akan melakukan tes massal terhadap 6 juta penduduk selama empat hari. Pada Senin (27/7/2020) sampel sudah diambil dari 1,68 juta orang di kota itu.

    Di seluruh China, sebanyak 391 orang masih dirawat di rumah sakit karena Covid-19. Total ada 83.959 infeksi virus corona yang dikonfirmasi di daratan Tiongkok.

    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...vinsi-di-china

  6. #36
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,181
    Thanks
    1,433
    Thanked 1,001 Times in 736 Posts

    Default

    Vaksin Covid-19 Buatan AS Masuk Tahap Akhir Uji Klinis pada Manusia


    Arif Budiwinarto · Rabu, 05 Agustus 2020 - 07:01 WIB


    Vaksin Covid-19 yang tengah dikembangkan Amerika Serikat masuk dalam tahap uji klinis fase terakhir (foto: AFP)

    WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat telah memulai uji klinis tahap akhir formula vaksin untuk mengatasi Covid-19. Vaksin yang tengah dikembangkan ini akan meningkatkan antibodi pasien.

    LY-CoV555 merupakan prototipe vaksin yang tengah dikembangkan AS berdasarkan identifikasi antibodi pada sampel darah pasien sembuh setelah mengosumsi obat dari perusahaan Kanada, Abcellera Biologics.

    Vaksin tersebut selanjutnya dikembangkan secara sintesis untuk diproduksi massal oleh Lily Research Laboratories yang bermarkas di AS dalam kemitraan dengan Albacellera.

    Uji coba klinis fase tiga hanya diikuti oleh 300 sukarelawan di seluruh dunia yang pernah dirawat rumah sakit dengan gejala Covid-19 ringan hingga sedang dan durasi gejala yang dirasakan kurang dari 13 hari.

    Setiap sukarelawan akan disuntikan secara intravena atau plasebo. Mereka juga akan menerima perawatan standar untuk Covid-19 termasuk obat antiviral, remdesivir.

    Jika sampai hari kelima uji coba calon vaksin LY-CoV555 yang dipimpin oleh Jens Lundgren dari University of Copenhagen tampak aman dan efektif, maka jumlah sukarelawan dari fase ini bisa ditambah menjadi 1.000 orang.

    Tujuan utama dari uji coba ini adalah pemulihan berkelanjutan pasien selama 14 hari setelah keluar dari rumah sakit.

    Di saat bersamaan, calon vaksin ini tengah diuji ada orang dengan gejala Covid-19 ringan hingga sedang yang belum dirawat di rumah sakit sebagai bagian uji coba paralel tingkat menengah.

    "Mempelajari dampak terapi investigasional ini pada beberapa populasi pasien di saat bersamaan sangat penting untuk menentukan apakah vaksin itu dapat membantu pasien Covid-19 dengan tingkat keparahan penyakit yang berbeda," kata dr Anthony Fauci, Direktur Institut Penyakit Menular AS dikutip dari AFP, Rabu (5/8/2020) pagi WIB.

    Antibodi adalah protein penangkal infeksi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh yang dapat mengikat permukaan virus dan mencegahnya menyerang sel.

    Vaksin bekerja dengan menstimulus tubuh untuk menghasilkan antinbodi sendiri, sementara para ilmuwan juga menguji antibodi siap pakai dari darah pasien yang pulih dari Covid-19.

    Vaksin menjadi harapan terakhir untuk mengakhiri pandemi Covid-19 yang telah menginfeksi lebih dari 18 juta orang dan menewaskan lebih dari 600.000 di seluruh dunia.

    Selain Amerika Serikat, sejumlah negara maju seperti Inggris, China, dan Rusia mengklaim sudah memasuki tahap akhir uji klinis vaksin.

    Sumber: Vaksin bekerja dengan menstimulus tubuh untuk menghasilkan antinbodi sendiri, sementara para ilmuwan juga menguji antibodi siap pakai dari darah pasien yang pulih dari Covid-19.

    Vaksin menjadi harapan terakhir untuk mengakhiri pandemi Covid-19 yang telah menginfeksi lebih dari 18 juta orang dan menewaskan lebih dari 600.000 di seluruh dunia.

    Selain Amerika Serikat, sejumlah negara maju seperti Inggris, China, dan Rusia mengklaim sudah memasuki tahap akhir uji klinis vaksin

    wkk

  7. #37
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,181
    Thanks
    1,433
    Thanked 1,001 Times in 736 Posts

    Default

    Hampir Setengah Napi Penghuni Sebuah Penjara AS Terinfeksi Virus Corona


    Anton Suhartono · Kamis, 06 Agustus 2020 - 12:07 WIB


    Hampir setengah napi di sebuah penjara AS terinfeksi virus corona (Foto: AFP)


    LOS ANGELES, iNews.id - Lebih dari 500 narapidana atau hampir setengah dari penghuni sebuah penjara di Negara Bagian Arizona, Amerika Serikat, dinyatakan positif virus corona.

    Departemen lembaga pemasyarakatan Arizona menyatakan, hasil tes menunjukkan sebanyak 517 narapidana di penjara ASPC-Tucson Whetstone positif Covid-19.


    Mereka kini ditempatkan dalam satu kelompok terpisah di penjara tersebut serta mendapatkan perawatan medis.

    Para napi tersebut tidak diperbolehkan kembali ke sel umum sampai dinyatakan sembuh secara medis.

    Virus corona menyerang banyak penjara di AS. Saat ini ada 2,3 juta narapidana yang menghuni ribuan sel di negara itu.

    Suburnya penularan Covid-19 di AS karena otoritas tak bisa memberlakukan jarak aman di sel terkait terbetasnya fasilitas. Penjara-penjara di AS penuh sesak dengan napi. Kondisi ini diperparah kurangnya tenaga medis dan alat pelindung diri.

    Arizona merupakann negara bagian dengan populasi 7,3 juta jiwa. Sejauh ini Arizona mengonfirmasi lebih dari 180.000 kasus virus corona, sebanyak 1.429 di antaranya berada di penjara.

    Otoritas lembaga pemasyarakatan menyebut, tujuh napi meninggal dunia akibat Covid-19.

    Namun Arizona bukan yang terparah dalam hal napi meninggal. California melaporkan 51 kasus kematian di kalangan napi, sebanyak 22 di antaranya merupakan penghuni penjara San Quentin di San Francisco yang terkenal kejam.

    California, negara bagian berpenduduk 40 juta jiwa, melaporkan lebih dari 524.000 kasus virus corona, sekitar 9.700 di antaranya meninggal dunia.

    Suburnya penularan Covid-19 di AS karena otoritas tak bisa memberlakukan jarak aman di sel terkait terbetasnya fasilitas. Penjara-penjara di AS penuh sesak dengan napi. Kondisi ini diperparah kurangnya tenaga medis dan alat pelindung diri.

    Arizona merupakann negara bagian dengan populasi 7,3 juta jiwa. Sejauh ini Arizona mengonfirmasi lebih dari 180.000 kasus virus corona, sebanyak 1.429 di antaranya berada di penjara.

    Otoritas lembaga pemasyarakatan menyebut, tujuh napi meninggal dunia akibat Covid-19.

    Namun Arizona bukan yang terparah dalam hal napi meninggal. California melaporkan 51 kasus kematian di kalangan napi, sebanyak 22 di antaranya merupakan penghuni penjara San Quentin di San Francisco yang terkenal kejam.

    California, negara bagian berpenduduk 40 juta jiwa, melaporkan lebih dari 524.000 kasus virus corona, sekitar 9.700 di antaranya meninggal dunia.

    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...i-virus-corona

  8. #38
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,181
    Thanks
    1,433
    Thanked 1,001 Times in 736 Posts

    Default

    Belanda Ogah Lockdown Lagi meski Kasus Covid-19 Naik



    Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte. (Foto: AFP)


    AMSTERDAM, iNews.id - Pemerintah Belanda tidak akan menerapkan pembatasan ketat (lockdown) meski kasus positif Covid-19 berpotensi naik tajam. Saat ini, hampir semua aktivitas ekonomi normal di Negeri Kincir Angin.

    Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte menyadari virus corona sangat berbahaya. Namun, dia percaya kebijakan yang diterapkan pemerintah saat ini sudah cukup baik.

    "Kami tak ingin ada lockdown kedua dan kami tak ingin melakukannya lagi," katanya dikutip dari Reuters, Jumat (7/8/2020).

    Pada Kamis (7/8/2020) waktu setempat, Institut Nasional untuk Kesehatan melaporkan 601 kasus baru Covid-19. Angka tersebut meningkat dibandingkan hari sebelumnya sebanyak 426 kasus.

    Pemerintah Belanda sejak awal menerapkan lockdown parsial untuk mendukung strategi herd immunity. Pembatasan saat itu hanya berlaku untuk aktivitas yang membutuhkan banyak sentuhan.

    "Kita bisa menunda proses penyebaran virus dan di saat yang bersama membangun imunitas bersama secara terkendali," kata Rutte saat memperkenalkan lockdown.

    Lockdown tersebut awalnya akan berlangsung hingga September 2020, namun dicabut pada Juli menyusul penurunan jumlah kasus. Saat ini, pembatasan mayoritas sudah tidak ada kecuali aturan jaga jarak (social distancing).

    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...-covid-19-naik

  9. #39
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,181
    Thanks
    1,433
    Thanked 1,001 Times in 736 Posts

    Default

    Korban Tewas Kebakaran Hotel Karantina Pasien Covid-19 di India Jadi 10 Orang


    Anton Suhartono · Senin, 10 Agustus 2020 - 05:49 WIB


    Hotel Swarna Palace yang digunakan sebagai fasilitas karantina pasien Covid-19 di Vijayawada, Andhra Pradesh, India, terbakat menewaskan sedikitnya 10 orang (Foto: PTI)


    NEW DELHI, iNews.id - Korban tewas akibat kebakaran hotel yang dijadikan sebagai fasilitas karantina pasien Covid-19 di Andhra Pradesh, India, Minggu (9/8/2020), bertambah menjadi 10 orang.

    Pejabat pemerintah setempat mengatakan, korban meninggal merupakan mereka yang mengalami luka akibat menghirup asap maupun terbakar.


    Pejabat kepolisian setempat B Srinivasulu, dikutip dari Reuters, Senin (10/8/2020), mengatakan, tim penyelamat mengevakuasi 20 pasien dan petugas medis saat kebakaran terjadi. Ada dari mereka yang nekat loncat dari lantai tinggi untuk menyelamatkan diri.

    Dalam tayangan video yang beredar di media sosial, asap terlihat keluar dari beberapa ruangan hotel bernama Swarna Palace itu.


    Laporan awal yang disampaikan petugas pemadam kebakaran dan kepolisian mengungkap, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik.

    Perdana Menteri Narendra Modi dalam cuitan menyampaikan rasa sedih dan belasungkawa atas kejadian ini. Dia mengaku telah membahas kebakaran tersebut dengan Menteri Kepala Andhra Pradesh Jagan Mohan Reddy.


    Reddy mengatakan pemerintah akan membayar keluarga korban masing-masing 5 juta rupee atau sekitar Rp981 juta.

    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...-jadi-10-orang

  10. #40
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,181
    Thanks
    1,433
    Thanked 1,001 Times in 736 Posts

    Default

    Perwira Senior di Klaster Militer Meninggal Positif Covid-19



    Riezky Maulana · Senin, 10 Agustus 2020 - 21:09 WIB


    Seorang perwira senior Angkatan Bersenjata Filipina meninggal dunia dengan gejala Covid-19, Minggu (9/8/2020). (Foto: ilustrasi/AFP).


    JAKARTA, iNews.id – Daftar kematian akibat Covid-19 di klaster militer Filipina bertambah panjang. Terbaru, seorang perwira senior mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit V Luna, Kota Quezon dengan gejala terinfeksi virus corona.

    Juru Bicara Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) Mayor Jenderal Edgard Arevalo menuturkan, belum ada laporan medis resmi terkait meninggalnya perwira tersebut. Namun, dia mengonfirmasi sebelumnya sang perwira dirawat karena indikasi Covid-19.

    "Kami belum menerima laporan medis resmi yang akan mengungkapkan penyebab kematian selain gejala sebelumnya yang menunjukkan Covid-19," kata Arevalo dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Philippine News Agency (PNA), Senin (10/8/2020).

    Hingga 8 Agustus 2020, Angkatan Bersenjata Filipina telah melaporkan 1.137 personelnya terinfeksi penyakit yang belum ditemukan obatnya itu. Sebanyak 516 orang telah dinyatakan sembuh dan dilaporkan kembali bertugas serta 138 sudah sembuh namun masih menunggu izin medis.

    Selain itu, 473 kasus dianggap aktif dan 10 meninggal dunia karena penyakit tersebut. Filipina kini menjadi negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak di Asia Tenggara, melampaui Indonesia.

    "Kepala AFP Letjen Gilbert Gapay sedang memantau perkembangan ini dengan cermat. Dia telah mengarahkan komandan unit dan kepala kantor untuk dengan penuh semangat mengejar upaya untuk mengatasi dan menahan insiden infeksi Covid-19 agar tidak berdampak buruk pada operasi AFP," kata Arevalo.

    Dia menambahkan, AFP tidak boleh gagal dalam misinya menjaga perdamaian dan keamanan selama masa sulit ini. Militer Filipina akan terus menjaga perdamaian dan keamanan serta membantu dalam tanggapan untuk kesehatan dan kesejahteraan rakyat.

    Covid-19 telah menginfeksi ribuan orang di Filipina. Data worldometer pada Senin sore, kasus terkonfirmasi positif mencapai 129.913 orang.

    Kendati terbanyak di ASEAN, kasus kematian di Filipina relatif rendah. Sejauh ini dilaporkan 2.270 orang meninggal dunia. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia yang pada hari ini mencatatkan total 5.765 orang meninggal dunia.

    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...sitif-covid-19

  11. #41
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,181
    Thanks
    1,433
    Thanked 1,001 Times in 736 Posts

    Default

    Duh, China Temukan Lagi Virus Corona pada Kemasan Makanan Laut Beku


    Ahmad Islamy Jamil · Rabu, 12 Agustus 2020 - 05:15 WIB


    Ilustrasi virus corona. (Foto: Ist.)


    BEIJING, iNews.id – Pihak berwenang di China kembali menemukan virus corona pada kemasan bahan makanan laut beku impor. Temuan itu didapati pada sejumlah produk yang dikirim dari Dalian, kota pelabuhan di bagian timur laut Tiongkok, yang baru-baru ini tengah berjuang menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

    Reuters melansir, virus kali ini ditemukan pada kemasan luar makanan laut beku yang dibeli oleh tiga perusahaan di Yantai, kota pelabuhan di Provinsi Shandong. Pemerintah Kota Yantai mengungkapkan dalam sebuah pernyataan bahwa makanan laut tersebut berasal dari pengiriman impor yang mendarat di Dalian, tetapi tidak mengatakan secara detail dari mana sumbernya.

    Pada Juli lalu, petugas bea dan cukai di Dalian, pelabuhan utama di Provinsi Liaoning, menemukan virus corona dalam kemasan udang beku yang diimpor dari Ekuador. China pun lantas menangguhkan impor dari tiga produsen udang di negeri Amerika Latin itu.

    Virus corona pertama kali terdeteksi di pasar basah yang menjual makanan laut dan juga satwa liar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China Tengah, akhir tahun lalu.

    Beberapa makanan laut yang dibeli oleh tiga perusahaan Yantai telah diproses untuk ekspor, sedangkan sisanya disimpan di tempat pendinginan dan belum masuk pasar, kata Pemerintah Yantai. Ketika ditanya apakah ada makanan laut olahan yang telah diekspor, seorang staf di Unit Respons Wabah Virus Corona Kota Yantai menolak memberikan keterangan.

    Pemerintah setempat menyatakan, pihak berwenang telah menyita barang-barang tersebut. Setiap orang yang pernah menangani produk makanan laut itu wajib menjalani karantina dan sejauh ini dinyatakan negatif Covid-19.

    Wabah Covid-19 terbaru di kota Dalian dimulai pada akhir Juli lalu. Kasus pertama menimpa seorang karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan pengolahan makanan laut. Hingga Minggu (9/8/2020) lalu, Dalian telah melaporkan total 92 kasus infeksi Covid-19.

    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...anan-laut-beku

  12. #42
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,181
    Thanks
    1,433
    Thanked 1,001 Times in 736 Posts

    Default

    Rusia Klaim Sukses Kembangkan Vaksin Covid-19, Vladimir Putin: Ini Pertama di Dunia


    Ahmad Islamy Jamil · Selasa, 11 Agustus 2020 - 16:46 WIB



    MOSKOW, iNews.id – Rusia mengklaim telah mengembangkan vaksin pertama yang menawarkan kekebalan berkelanjutan terhadap virus corona (Covid-19). Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin, hari ini.

    Pagi waktu Rusia, untuk pertama kalinya di dunia, vaksin yang digunakan untuk melawan Covid-19 didaftarkan di negeri beruang merah. “Salah satu putri saya mendapat vaksin ini. Saya pikir dalam pengertian ini, dia ikut serta dalam percobaan,” kata Putin dalam telekonferensi video dengan para menterinya yang disiarkan televisi Rusia, seperti dikutip kembali AFP, Selasa (11/8/2020).

    Rusia telah berusaha keras untuk segera mengembangkan vaksin corona dan berharap awal bulan ini mereka dapat meluncurkan produksi massal dalam beberapa minggu. Negara itu juga berambisi mampu menghasilkan beberapa juta dosis vaksin per bulan pada tahun depan.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pekan lalu mendesak Rusia untuk mengikuti pedoman yang ditetapkan dan “melalui semua tahap” yang diperlukan untuk mengembangkan vaksin yang aman.

    Pandemi Covid-19 telah menyebabkan mobilisasi pendanaan dan penelitian di berbagai belahan dunia untuk menemukan vaksin yang dapat melindungi miliaran penduduk dunia. Hal semacam ini belum pernah terjadi sebelumnya.

    Berbagai negara dan perusahaan farmasi ataupun biofarmasi berlomba-lomba mengembangkan serta menguji obat-obatan maupun vaksin yang bisa digunakan untuk melawan virus corona.

    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...rtama-di-dunia

  13. #43
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,181
    Thanks
    1,433
    Thanked 1,001 Times in 736 Posts

    Default

    Brasil Bakal Jadi Negara Pertama Uji Khasiat Vaksin Covid-19 Buatan Rusia




    PARANA, iNews.id - Negara bagian Parana di Brasil mencapai kesepakatan untuk melakukan uji coba dan memproduksi vaksin Covid-19 Rusia yang baru ditemukan. Namun demikian, otoritas setempat akan terlebih dulu memastikan keamanan dan efektivitasnya.

    Sebelum diproduksi di Brasil, vaksin asal Rusia harus menyelesaikan uji coba klinis tahap ketiga atau tes pada manusia dalam skala besar untuk mendapat persetujuan dari regulator kesehatan negera.

    Jika syarat tersebut telah terpenuhi, vaksin tersebut kemungkinan besar akan mulai diproduksi pada semester kedua tahun 2021 mendatang, demikian pernyataan Jorge Calladop, Kepala Parana Technology Institute yang menandatangani kesepakatan dengan Russian Direct Investment Fund (RDIF).

    "Ini merupakan kesepakatan pertukaran teknologi yang luar biasa besar. Ini bukan hanya memenuhi kewajiban, tetapi juga memungkinkan kami bekerja bersama," ujar Jorge dikutip dari AFP, Kamis (13/8/2020).

    Dalam kesepakatan yang tercapai antara dua belah pihak, Rusia akan menyerahkan dokumen uji coba tahap pertama dan kedua vaksin yang diberi nama Sputnik.


    Pada Selasa (11/8/2020) kemarin, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan kemajuan para ilmuwannya dalam pengembangan vaksin Covid-19. Putin menyebut vaksin Covid-19 pertama di dunia itu sebagai pengubah permainan.


    Akan tetapi, komunitas internasional masih menaruh keraguan pada vaksin temuan Rusia. Sebab, pengembangannya dinilai melangkahi beberapa urutan uji klinis vaksin pada manusia.

    Brasil merupakan negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat. Negeri Samba mencatatkan kasus infeksi lebih dari 3,16 juta dan angka kematian lebih dari 104.000. Sedangkan di Rusia terdapat lebih dari 903.000 kasus positif Covid-19 dan 15.260 jumlah kematian.


    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...9-buatan-rusia

  14. #44
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,181
    Thanks
    1,433
    Thanked 1,001 Times in 736 Posts

    Default

    Kematian akibat Covid-19 di India Tembus 50.000 Jiwa, Kemenkes: Itu di Bawah 2 Persen



    NEW DELHI, iNews.id – Pasien meninggal akibat virus corona di India melampaui 50.000 jiwa pada Senin (17/8/2020) ini. Jumlah itu diperoleh setelah otoritas kesehatan setempat mencatat 941 kematian baru akibat Covid-19 yang dilaporkan dalam 24 jam terakhir.

    India pada pekan lalu melampaui Inggris sebagai negara dengan jumlah kematian tertinggi keempat di dunia karena wabah virus corona. Di atas India, ada Amerika Serikat, Brasil, dan Meksiko.
    BACA JUGA:
    India Janjikan Vaksin Covid-19 Buatan Lokal Bisa Menjangkau 1,4 Miliar Penduduk

    Sementara, jika dilihat dari total kasus virus Covid-19 yang dimilikinya, India menjadi negara yang paling terinfeksi ketiga di setelah AS dan Brasil. Negeri anak benua itu telah mencatat 2,6 juta infeksi Covid-19 sejauh ini. Adapun jumlah kematian akibat pandemi Covid-19 di India mencapai 50.921 jiwa per hari ini.
    .
    Banyak ahli mengatakan, jumlah kejadian infeksi Covid-19 yang sebenarnya di India mungkin jauh lebih tinggi. Asumsi itu muncul karena tingkat pengujian di negara itu yang rendah. Di samping itu, kematian pasien sering kali tidak dicatat dengan benar dalam sistem kesehatan India yang minim dana selama bertahun-tahun.

    Meskipun jumlah kematian meningkat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) India mengklaim tingkat kematian virus di negara itu termasuk salah satu yang terendah secara global, yakni di bawah dua persen.
    BACA JUGA:
    Kota Jaipur India Dilanda Hujan Ekstrem dan Banjir, 3 Orang Tewas

    “Keberhasilan implementasi pengujian secara agresif, pelacakan secara komprehensif, dan perawatan secara efisien melalui sejumlah besar tindakan telah berkontribusi pada tingkat kesembuhan yang tinggi (di India),” ungkap Kemenkes India dalam sebuah pernyataan, dikutip AFP.

    Para ahli mengatakan, India perlu meningkatkan pengujian lebih lanjut untuk mengendalikan virus corona. Ini karena virus tersebut menyebar ke daerah-daerah pedesaan dan wilayah yang sistem perawatan kesehatannya sangat rapuh atau tidak mudah diakses.

    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...bawah-2-persen

  15. #45
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,181
    Thanks
    1,433
    Thanked 1,001 Times in 736 Posts

    Default

    Mengkhawatirkan, Penyebaran Covid-19 Didominasi Orang Berusia 20 sampai 40 Tahunan



    who menyebut penyebaran virus corona saat ini didominasi kalangan berusia 20-40 tahunan (Foto: AFP)


    MANILA, iNews.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap, penyebaran virus corona didominasi oleh kalangan berusia 20 sampai 40 tahunan. Banyak di antara mereka yang tidak sadar terinfeksi Covid-19 sehingga berpotensi membahayakan kelompok rentan.

    Direktur Regional WHO untuk Pasifik Barat Takeshi Kasai mengatakan, berdasarkan data bulan ini, proporsi kalangan muda yang terinfeksi meningkat secara global. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran penularan ke kalangan rentan seperti orang lanjut usia atau mereka yang mengalami sakit parah dan tinggal di kawasan padat penduduk yang layanan kesehatannya lemah.

    “Epidemi sedang berubah. Orang-orang berusia 20, 30, dan 40-an semakin memicu penyebaran. Banyak yang tidak sadar mereka terinfeksi. Ini meningkatkan risiko penularan ke orang yang lebih rentan," ujarnya, dikutip dari Reuters, Selasa (18/8/2020).

    Lonjakan kasus baru mendorong beberapa negara memberlakukan kembali lockdown, di tengah upaya banyak institusi dan perusahaan berlomba menemukan vaksin Covid-19.

    Bahkan lonjakan terjadi di negara-negara yang sebelumnya dipuji karena keberhasilan mereka mengendalikan wabah corona, seperti Vietnam, Selandia Baru, dan Korea Selatan.

    “Apa yang kami amati bukan hanya kebangkitan. Kami yakin ini merupakan sinyal kita telah memasuki fase baru pandemi di Asia Pasifik," kata Kasai.

    Dia menambahkan, banyak negara berupaya menghidupkan kembali perekonomian, namun mengombinasikannya dengan melakukan deteksi dini sehingga bisa memberikan respons awal untuk mengelola wabah.

    Lebih lanjut WHO juga mengingatkan perusahaan farmasi untuk mengikuti semua tahapan penelitian dan pengembangan dalam menghasilkan vaksin.

    Pejabat teknis dan penasihat kebijakan obat-obatan WHO Socorro Escalante mengatakan, lembaganya sedang berkoordinasi dengan Rusia yang bulan ini mengumumkan sebagai negara pertama di dunia yang memberikan persetujuan vaksin Covid-19.

    "Kami berharap mendapat tanggapan dalam hal bukti vaksin ini," kata Escalante.

    Sumber: https://www.inews.id/news/internasio...pai-40-tahunan

Page 3 of 5 FirstFirst 12345 LastLast

Bookmarks

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Disclaimer
2005-2020 © FXOpen All rights reserved. Various trademarks held by their respective owners.

Risk Warning: Trading on the Forex market involves substantial risks, including complete possible loss of funds and other losses and is not suitable for all members. Clients should make an independent judgment as to whether trading is appropriate for them in the light of their financial condition, investment experience, risk tolerance and other factors.

FXOpen Markets Limited, a company duly registered in Nevis under the company No. C 42235. FXOpen is a member of The Financial Commission.

FXOpen AU Pty Ltd., a company authorised and regulated by the Australian Securities & Investments Commission (ASIC). AFSL 412871ABN 61 143 678 719.

FXOpen Ltd. a company registered in England and Wales under company number 07273392 and is authorised and regulated by the Financial Conduct Authority (previously, the Financial Services Authority) under FCA firm reference number 579202.

FXOpen does not provide services for United States residents.

Join us